Belajar Dari Lebah
oleh :Nurraini
Siapa yang tak kenal lebah, maka ia tak kenal akan madu kehidupan. Sebagian orang bertanya, siapa juga sebenarnya lebah? Bukankah ia hanya sejenis hewan yang tak lebih cerdas dan tak lebih sempurna dari manusia? Lantas apa pula hubungannya dengan madu kehidupan? Kalimat tersebut memang tidak begitu practical sehingga ketika orang membaca kalimat tersebut akan muncul beberapa pertanyaan dan anggapan.
Tapi saya tidak akan menjawab pertanyaan tersebut. Saya mau sedikit bicara soal lebah. Anda tahu? lebah memiliki prinsip hidup dan pribadi yang uniq. Ketika Anda sedang duduk santai di pekarangan rumah Anda tiba - tiba melintas segerombolan lebah yang ingin mencari tempat berdiam mereka. Anda dengan spontan berdiri dari tempat duduk Anda dan pergi ke dalam rumah. Anda takut kalau lebah tersebut menyerang Anda. Sebuah paradikma umum yang berkembang ditengah masyarakat kita. Memang benar lebah terkenal dengan kegaranganya. Tapi lain ceritanya jika Anda mengetahui sifat - sifat dari lebah tersebut.
1. Lebah menghasilkan sesuatu yang baik.
Anda pasti sering atau pernah mengkonsumsi madu. Saya yakin Anda tahu bahwa madu tersebut dihasilkan oleh lebah. Sekarang coba fikirkan, apakah yang sudah Anda hasilkan yang memberikan manfaat bagi semua orang? Adakah kita menghasilkan sesuatu yang bermanfaat bagi orang lain? Padahal Rasullullah bersabda ” Sesungguhya sebaik - baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain”.
Jadi, siapa sih lebah itu? Lantas apa hubungannya dengan madu kehidupan?
2. Lebah memakan makanan yang baik.
Gambar di atas sudah mengilustrasikan bahwa lebah lebih suka makan nekhtar bunga ketimbang makan uang, apa lagi uang rakyat. Lebah makan nekhtar bunga tidak semerta - merta dapat secara gratis begitu saja. Ada jasa yang ia berikan pada bunga. Apa? Ia membantu penyerbukan pada bunga. Pertanyaan bagi kita semua, sudahkan kita memakan makanan yang baik lagi halal? Atau kita lebih suka makan dari uang hasil korupsi? Penggelapan data dan birokrasi?
3. Ia tidak mencari musuh, tapi jika ia diganggu, pantang untuk mundur baginya.
Anda bisa praktekan sendiri bagaimana segerombolan lebah mengejar musuhnya atau pengganggunya. Hingga keujung dunia orang itu lari akal dikejar terus tuh sama lebah. Mereka tidak akan berhenti mengejar hingga dipastika mereka tidak bisa lagi untuk mengejar seperti contohnya orang tersebut mencebur ke dalam air. Tapi walau pun demikian, ia bakal tetap nungguin di atas hingga ia mengganggap orang tersebut sudah mati dalam air. Subhanallah, begitu kuat dan gigihnya lebah membela prinsip hidupnya. Seperti itulah orang yang memiliki prinsip dalam hidupnya, selama prinsip itu tidak diganggu, maka hal itu tidak mengapa. Lain halnya jika prinsip itu, apa lagi prinsip islam, sudah diganggu dan di singgung, pantang baginya untuk tidak membela prinsipnya. Sekarang apa yang bisa Anda , dan kita perbuat ketika sumber prinsip hidup kita yaitu Al Qur an dibakar dihadapan kita? Apakah kita cuma bisa diam? Apakah kita berani menentang orang - orang yang mencela prinsip hidup Anda yang benar di kala kerusakan moral meraja lela?
Lalu siapa sih sebenarnya lebah itu hingga ia memiliki hubungan dengan madu kehidupan?
4. Ia tidak memberatkan dahan yang ia hinggapi.
Sesekali Anda bisa perhatikan ketika lebah tersebut hinggap di ranting, atau di daun bunga, atau di kelopak bunga, bisa Anda pastikan ranting tersebut tidak akan patah, bunga tersebut tidak akan layu, dan daun tersebut tidak akan robek. Di langit mana pun ia berada ia tidak mengganggu bumi tempat pijakannya.
Itulah 4 sifat lebah yang membuat hidupnya begitu mulia hingga namanya diabadikan dalam Alqur an. Jika Anda ingin mencicipi madu kehidupan, maka kenalilah lebah, hingga Anda mendapatkan sifat - sifatnya dalam diri Anda. Anda pun akan bisa mencicipi betapa manisnya madu itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar